Pulang Kampoeng (bagian 1)


Pada saat ku kuliah tepatnya pada semester 6 untuk kalian yang tidak paham itu kata semester  mugkin kalian paham kalo aku pakai kalimat “tepatnya 3 tahun kuliah” , proposal untuk pulag kampung di setujui oleh orangtuaku, timbil pertayaan kenapa pulag kamppung aja kok pakai proposal ???? maklum kampung aku jauh sekali tepatnya d ujung timur Indonesia yaitu Merauke, ehhh sudah di merauke pedalamanya lagi.  Sangking jauhnya itu makanya setiap minta pulang kampung selalu ditolak, eh mungkin malamnya ortuku mimpi indah yaaaaa, pas kuminta pulkam (pulang kampung) langsung disetujui, mungkin juga karena ortu ku rindu yaaaa, maklum anak paling disayang walaupun paling jelek diantara bersaudara (mungkin karena paling jelek jadi paling disayang supaya kesannya seimbang, ahhhh pusinh amat biarlah smua itu hax sebatas kemunbgkinan saja, karena bedenk (“bedenk” dalam bahasa makassar artinya mungkin) ada sesuatu yang tidak lebih baik jika diketahui)

Sebenarnya kalo mau berdebat apa sebenarnya maksud dari kata “kampong halaman” perlu diskusi panjang untuk mebahasnya apalagi negeri kita sekarang kan kena sindrom demokrasi, segala sesuatunya harus di kritisi, saya pun sebenarnya dlematis mau memilih yang mana kampong halamanku, saya lahir di Balikpapan besar di merauke tapi kedua orang tua ku asli bugis, jadi bingung deh mau pilih yang mana. Tapi ada enaknya sih bias pilih kampong halaman daripada kebanyakan orang kan tidak bias pilih kampong halaman. Dari hasil diskusi dengan teman di kampus dapat saya simpulkan beberapa defenisi kampong halaman

  1. Tempat dimana kita dilahirkan
  2. Kampong halaman berdasarkan leluhur kita
  3. Tempat dimana kita mencari nafkah dan tumbuh dewasa

Dari beberapa defenisi saya ebih tertarik dengan defenisi yang ketiga, kenapa ??? ya karena defenisi itu saya yang buat. Haaaaaa 13x (becanda)…

Tunggu Kelanjutannya  


2 komentar:

Anonymous said...

aduh...aduhh
ceritanya, kenapa terlalu banyak b'candanya ni anak...?..di artikel ini koq g ada ttg nurul...???
ayo edit SECEPATNYA itu..
ta' tungguin kamu..

Anonymous said...

aduh...aduhh
ceritanya, kenapa terlalu banyak b'candanya ni anak...?..di artikel ini koq g ada ttg nurul...???
ayo edit SECEPATNYA itu..
ta' tungguin kamu..

Post a Comment

Erfan Hasmin © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute